Taty Sugiarti, Semakin Senang Banyak Tantangan

Laporan Reporter Tribun Jabar, Putri Puspita

“SEBAGAI perempuan saya harus bisa mandiri dengan bekerja dan berkarya. Penghargaan itu tak hanya sekadar materi, tetapi bagaimana kita sebagai manusia membutuhkan kegiatan dan eksistensi,” ujar Taty Sugiarti.

Itulah yang diterapkan wanita kelahiran Jakarta, 14 Juni 1977 yang aktif terjun di dunia bisnis fesyen, agen perjalanan, dan produk kecantikan ini.

Selain itu, dia juga sibuk mengajar ini S1 dan S2 jurusan Hukum di Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon.

Aktif, energik, kreatif, dan inspiratif cocok menggambarkan ibu dari dua anak ini. Bagaimana tidak, di sela kesibukannya, pemilik rambut lurus pirang ini bisa mengerjakan berbagai bidang yang berbeda.

“Sebagai perempuan saya tak hanya sekadar diam di rumah. Di luar rumah, saya bisa berkarya dan saya merasa memiliki banyak manfaatnya untuk diri sendiri dan orang lain,” ujar Taty kepada Tribun di Butik Laksmi, Jalan Setrasari Kulon No 11, Rabu (20/3/2019).

Istri dari Profesor Dr I Gde Pantja Astawa, SH MHD ini mengaku usaha yang dijalaninya sekarang berkaitan dengan hobi.

Misalnya usaha agen perjalanan, yang berawal dari hobi Taty senang dengan jalan-jalan.

Hobinya dengan pakaian yang bergaya bervariasi, juga menggerakkan dia untuk usaha fesyen.

Taty juga memiliki usaha pengiriman jasa karena melihat perkembangan zaman sekarang yang mengirim barang melalui proses online.

Untuk bisa menjalani berbagai kegiatan ini, rahasia dari Taty adalah selalu berpikir positif. Dia menanamkan setiap hal yang postif di dalam pikirannya hingga akhirnya berbagai usaha dijalaninya.

“Saya tipikal pejuang. Apa pun saya jalani. Semakin banyak tantangan semakin senang saya melewati hal itu,” katanya.

Menurutnya, semua orang bisa melakukan apa yang ingin dilakukannya. Hal yang membedakan adalah tingkat keberanian.

Setelah melewati berbagai tantangan dalam hidupnya, Taty menyadari jika kehidupan itu cukup dijalani seperti air yang mengalir.

Untuk membagi waktu antara bisnis dan keluarga, Taty tak merasa kesulitan. Di tengah kemajuan teknologi saat ini, dia memanfaatkan komunikasi lewat video call dan laporan email.

“Perubahan teknologi ini membuat saya tak dibatasi lagi oleh ruang dan waktu. Tergantung kita mau menggunakannya dengan cara yang positif atau negatif,” ucapnya.

Tak hanya aktif di dunia bisnis, Taty juga menyelesaikan jenjang pendidikannya di bidang hukum hingga S 3 dengan gelar doktor.

“Semua kegiatan saya selalu didukung suami. Dia yang selalu mengingatkan untuk mementingkan pendidikan,” ujar wanita ramah senyum ini.

Taty mengajar setiap Kamis-Sabtu, bolak-balik Cirebon. Bahkan, dia kadang memberikan materi secara online lewat Youtube.

Menjadi seorang dosen menjadi cita-cita Taty sejak kecil. Ada kepuasan yang tidak bisa dinilai ketika mengajar dan melihat mahasiswanya lulus kuliah. (*)